Normalkah Bumil Sering Kesemutan atau Mati Rasa?

Bumil Sering Kesemutan atau Mati RasaKesemutan biasanya sering terjadi pada ibu hamil hal ini akan membuat tidak nyaman. Apakah penyebab kesemutan atau mati rasa?bagaimana saja cara mengatasinya?untuk lebih jelas, mari kita simak ulasannya dibawah ini.

Kesemutan merupakan suatu kondisi yang anda alami saat saraf di tangan atau kaki menerima tumpuan tekanan berat dalam waktu cukup lama. Tidak hanya mengalami perubahan bentuk tubuh, pada saat kehamilan juga dapat mempengaruhi kondisi ketidaknyamanan seperti kesemutan. Kesemutan atau mati rasa merupakan keluhan yang banyak dialami oleh ibu hamil biasanya muncul pada saat bangun pagi atau malam hari.

Penyebab Dan Cara Mengatasi Kesemutan Pada Ibu Hamil.

Normalkah Bumil Sering Kesemutan atau Mati Rasa?

Apa penyebab kesemutan pada ibu hamil?

Kesemutan atau mati rasa bisa disebabkan karena pembengkakan atau juga pergerakan janin dalam kandungan. Kesemutan juga bisa disebabakan karena saraf pada bagian tubuh tertentu ini juga mengalami kekurangan darah. Sehingga hal ini dapat mencegah saraf mengirimkan sinyal penting ke otak. Hal ini kemudian membuat saraf mengalami sensasi mati rasa dan kesemutan.

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa ditandai dengan kesemutan yaitu :

  1. Kelenjar tiroid yang aktif sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan cairan yang menekan saraf dan dapat memicu saraf kejepit.
  2. Penyakit diabetes, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada saraf yang biasanya menyerang kaki dan tangan.
  3. Merupakan gejala penyakit saraf kejepit, pada area lengan, tulang punggung, dan punggung bawah.
  4. Kekurangan vitamin b, e dan kekurangan zat zink, dan magnesium.

Bagaimana cara mengatasi kesemutan pada saat kehamilan?

Agar dapat membantu untuk meringankan saraf kejepit anda bisa mencoba cara mengubah posisi tubuh, misalnya dari posisi duduk atau berbaring ke berdiri perlahan atau berjalan. Selain itu anda juga bisa coba cara menggoyang-goyangkan tangan atau kaki, sambil mengarahkan jari ke bawah untuk membantu memperlancar sirkulasi darah, berolahraga ringan secara rutin seperti berenang agar menjaga sirkulasi darah tetap lancar.

Untuk menghindari anda dari kesemutan pada saat hamil, sebaiknya anda juga harus tetap menjaga berat badan dan terus bergerak serta jangan berada pada satu posisi dalam jangka waktu yang lama. Demikian informasi tentang kesemutan pada ibu hamil semoga bermanfaat dan terimakasih telah membaca.

Bahaya Celana Ketat Terhadap Kesehatan

Bahaya Memakai Celana KetatUntuk menjaga penampilan mungkin sebagian orang biasa memakai celana ketat. Namun, anda harus ketahui terlalu sering memakai celana ketat dapat berbahaya pada kondisi kesehatan. Apa saja bahaya dari memakai celana ketat?untuk lebih jelas, baca ulasannya dibawah ini.

Pakaian merupakan hal terpenting salah satunya yaitu celana, selain untuk melindungi tubuh pakaian juga dapat membuat seseorang menjadi tampil lebih percaya diri. Memakai celana ketat merupakan salah satu cara yang bisa membuat anda tampil lebih keren di depan umum. Namun, memakai celana ketat juga bisa membahayakan kesehatan apa saja bahayanya?

Bahaya Memakai Celana Ketat Terhadap Kesehatan

Bahaya Celana Ketat Terhadap Kesehatan

Memakai celana merupakan hal yang simpel dan tidak membuat orang menjadi ribet dibandingkan dengan memakai rok. Anda dapat memakai celana ketat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi tentu saja itu ada bahayanya yaitu dapat menghambat aliran darah ke otot-otot di tungkai, sehingga menyebabkan pembengkakan otot dan kompresi saraf. Selain itu, bahaya celana ketat yang harus anda ketahui juga yaitu :

  1. Dapat memicu infeksi jamur pada vagina.
    Infeksi jamur pada vagina wanita dapat terjadi setidaknya satu kali dalam seumur hidup, untuk mencegahnya sebaiknya hindari memakai celana ketat terlalu sering agar bagian kewanitaan kering dan tidak mengganggu sirkulasi udara.
  2. Dapat menyebabkan nyeri punggung.
    Penggunaan celana ketat terlalu sering bisa menyebabkan nyeri punggung dan dapat memperburuk kondisi karena adanya kesulitan bergerak seperti membungkuk, berjalan kaki, dan duduk.
  3. Dapat memicu saraf kejepit.
    Memakai celana ketat dapat berpengaruh pada penekanan bagian pangkal paha dan dapat mengganggu saraf yang melewati pangkal paha bagian atas. Bahaya celana ketat dapat menyebabkan saraf tersebut terjebak dibagian bawah sebuah jaringan ikat akibatnya saraf tertekan. Kondisi ini sering dikenal dengan istilah saraf kejepit.

    Baca Juga : Bahaya Saraf Kejepit dan Gejala Penyakit Saraf Kejepit

  4. Dapat memicu penurunan produksi sperma.
    Tidak hanya menimbulkan bahaya pada wanita, memakai celana ketat terlalu sering juga dapat menimbulkan bahaya pada pria yaitu dapat menyebabkan area testis menjadi lebih panas. Jika testis menjadi lebih panas maka kondisi ini akan berpengaruh pada penghasilan sperma dalam jumlah yang normal.
  5. Dapat mengganggu fungsi otot.
    Akibat dari menggunakan celana ketat, maka akan menyebabkan seseorang tidak dapat berdiri kembali hal ini karena otot tungkai mengalami tekanan berlebih sehingga mengakibatkan gangguan pada normalnya.

Supaya menghindari adanya bahaya celana ketat sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan memakai celana ketat. Untuk memperlancar peredaran darah lebih baik gunakan celana longgaranda lebih leluasa bergerak.

Sekian & Terimakasih.

Cara Mudah Mengatasi Syaraf Kejepit Tanpa Harus Operasi

Cara Mengatasi Syaraf KejepitPernahkan anda mengalami syaraf kejepit?bagaiamana saja penanganan yang anda lakukan untuk mengatasinya?untuk mengetahui bagaimana saja cara mengatasi syaraf kejepit tanpa harus operasi, simak ulasannya dibawah ini.

Syaraf kejepit merupakan suatu kondisi yang sering terjadi oleh banyak orang, kondisi ini dapat disebabkan karena beberapa hal mulai dari pekerjaan atau faktor lainnya. Syaraf kejepit dapat menyebabkan penderita mengalami rasa sakit. Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa syaraf kejepit hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Namun, perlu anda ketahui selain dengan operasi ada cara mudah yang bisa membantu anda untuk mengatasi saraf kejepit. Apa saja penanganan yang bisa anda lakukan?

Cara Mudah Mengatasi Syaraf Kejepit

Cara Mudah Mengatasi Syaraf Kejepit Tanpa Harus Operasi

Pada umumnya, kondisi syaraf kejepi akan membaik dalam hitungan hari  namun jika kondisi tersebut tidak kunjung membaik sebaiknya anda coba cara berikut ini :

  1. Dengan menggunakan kulit manggis.
    Zat xanthone dalam kulit manggis mengandung antioksidan yang sangat tinggi, bahkan kandungan antioksidan yang terkandung dalam zat xanthone lebih tinggi di bandingkan dengan kandungan antioksidan yang di miliki oleh vitamin C dan E. Kandungan antioksidan yang sangat tinggi dalam zat xanthone ini mampu menangkal sekaligus menyerang penyebab penyakit saraf kejepit.
  2. Dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri.
    Pada umumnya, penyakit syaraf kejepit akan menimbulkan gejala seperti nyeri, untuk menghilangkan rasa nyeri sebaiknya nada konsumsi obat pereda nyeri. Obat yang bisa anda konsumsi seperti ibuprofen yang bisa membantu mengatasi peradangan atau rasa nyeri yang ditimbulkan oleh saraf yang kejepit.

    Baca Juga : Gejala Penyakit Syaraf Kejepit.

  3. Dengan melakukan terapi fisik.
    Terapi fisik dapat membantu anda untuk melatih memperkuat dan meregangkan otot di area yang terkena syaraf kejepit. Anda juga mungkin akan diberikan saran oleh terapis untuk tidak mengalami syaraf kejepit lagi.

    Baca Juga : Terapi Renang Untuk Mengatasi Syaraf Kejepit.

  4. Dengan istirahat.
    Biasanya dokter akan merekomendasikan penyembuhan syaraf kejepit dengan cara istirahat yang cukup untuk menghindari keparahan syaraf kejepit dan menghindari pemicunya seperti tidak mengangkat beban terlalu berat.

Jika syaraf kejepit tidak juga membaik setelah melakukan cara diatas dalam beberapa minggu sampai bulan sebaiknya anda segera periksa kedokter untuk mencegah adanya bahaya saraf kejepit.

Sekian & Terimaksih.

3 Gejala Saraf Kejepit Yang Sebaiknya Tidak Anda Abaikan

Gejala Saraf Kejepit – Anda pernah mengalami nyeri pinggang yang begitu nyeri?jika sering terjadi sebaiknya anda harus kebih waspada karena bisa saja hal itu merupakan gejala saraf kejepit. Untuk mengetahui apa saja gejala saraf kejepit mari kita simak ulasannya dibawah ini.

Saraf kejepit biasanya dapa mengganggu seseorang dalam melakukan aktivitasnya contohnya terdapat rasa nyeri yang datang secara tiba-tiba. Hal tersebut tentunya tidak anda abaikan karena jika anda tidak melakukan penanganan akan berakibat pada kerusakan saraf bahkan sampai permanen. Saraf kejepit dapat diakibatkan karena adanya tekanan yang berulang dalam jangka waktu yang cukup lama.

3 Tanda  Saraf Kejepit  Tidak Boleh Anda Abaikan

5 Gejala Saraf Kejepit Yang Sebaiknya Tidak Anda Abaikan

Gejala yang dirasakan akibat saraf kejepit pada seseorang biasanya berbeda-beda, namun anda juga tidak boleh membiarkan gejala begitu saja karena dapat memperparah kondisi kesehatan anda. Apa saja tanda saraf kejepit yang tidak boleh anda abaikan? Berikut adalah gejalanya :

  1. Sering mengalami kesemutan  dan mati rasa pada kaki atau tangan.
    Kesemutan memang dapat terjadi pada siapa saja, namun jika anda sering mengalami kesemutan harus waspada karena bisa saja menjadi tanda bahwa saraf sedang mendapatkan tekanan besar yang dapat menghambat aliran darah, mengurangi kadar oksigen pada sel-sel saraf sehinga kemampuan saraf untuk merasakan jadi terganggu.
  2. Rasa sakit yang sangat tajam dan disertai dengan rasa panas.
    Saraf kejepit biasanya akan menimbulkan rasa nyeri seperti ditusuk jarum yang tidak nyaman pada daerah lokasi saraf yang meradang. Umumnya rasa nyeri pertama dirasakan pada punggung, tapi tidak menutup kemungkinan rasa nyeri dapat muncul di beberapa bagian tubuh. Contohnya jika saraf kejepit dipunggung bawah maka rasa sakit justru akan muncul pada bagian kaki.
  3. Lemah pada area tubuh seperti otot.
    Akibat dari banyaknya tekanan maka akan menimbulkan kelemahan pada otot saraf motorik sehingga saraf tidak dapat bekerja dengan baik.

Ada beberapa dampak yang dapat terjadi ketika saraf terjepit diabaikan, seperti jaringan lunak atau pelindung di sekitar saraf dapat pecah. Jika gejala diatas disertai dengan gejala lain seperti kesulitan dalam bernapas kemungkinan salah satu tanda dari adanya penyakit lain seperti stroke dan serangan jantung. Gejala diatas dapat kembali seperti semula setelah tekanan pada saraf berkurang.

Sekian & Terimakasih.

Penyebab Syaraf Kejepit Dan Cara Pengobatannya

Penyebab Syaraf KejepitSaraf merupakan serat-serat yang menghubungkan organ tubuh dengan sistem saraf pusat dan bagian lainnya. Saraf merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki peranan penting lalu bagaimana jika terjadi masalah pada saraf seperti saraf kejepit?apa saja penyebabnya?untuk lebih jelas, mari kita simak informasi dibawah ini.

Saraf kejepit merupakan suatu kondisi yang banyak sering dialami oleh banyak orang. Rasa nyeri yang hebat yang ditimbulkan oleh syarag kejepit akan menimbulkan orang menjadi jengkel. Gejala saraf kejepit yang akan muncul dapat terjadi pada punggung atau bagian yang lainnya. Ada beberapa dampak yang dapat terjadi akibat syaraf kejepit diantaranya yaitu dapat menyebabkan pembengkakan atau bahkan kerusakan secara permanen.

Penyebab Saraf Kejepit

Penyebab Syaraf Kejepit Dan Cara Mengatasinya

Saraf kejepit bisa dipicu ketika ada tekanan pada saraf, tekanan bisa disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka waktu lama. Adapun beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya saraf kejepit yaitu :

  1. Mengangkat beban terlalu berat.
    Dalam melakukan pengangkatan beban yang terlalu berat apalagi memakai otot punggung biasanya dapat memicu terjadinya saraf kejepit. Jika anda ingin mengangkat beban yang terlalu berat sebaiknya angkat dengan hati-hati.
  2. Faktor usia.
    Ada banyak masalah yang diakibatkan oleh faktor usia salah satunya yaitu saraf kejepit karena bertambah usia, otomatis terjadi keausan pada tubuh dan ini dinamakan dengan diskus intervertebra.
  3. Faktor keturunan.
    Jika ada salah satu keluarga yang mempunyai masalah saraf kejepit maka otomatis akan menurunkannya kepada anak atau saudaranya. Bahaya saraf kejepit yang mematikan mampu dialami oleh seseorang yang orang tuanya punya masalah kesehatan serupa.
  4. Faktor pekerjaan.
    Bagi seseorang yang memiliki pekerjaan dengan tuntunan mengeluarkan kekuatan fisik tertentu, maka akan berpotensi lebih besar mengalami saraf kejepit. Resiko saraf kejepit bisa meningkat pada orang yang memiliki pekerjaan sering membungkuk ke arah samping serta mengharuskan tubuh membuat gerakan memutar.
  5. Aktivitas olahraga atau fisik.
    Olahraga memang membuat tubuh menjadi sehat, namun olahraga juga dapat membuat seseorang mengalami saraf kejepit hal ini disebabkan karena adanya gerakan yang salah.
  6. Orang dengan berat badan berlebih (obesitas).
    Faktor obesitas dapat menimbulkan masalah pada saraf karena berat badan berlebih memungkinkan terjadinya tekanan tinggi yang disebabkan pada diskus punggung bawah.

Untuk pengobatan saraf kejepit ada beberapa pengobatan yang dapat anda lakukan yaitu :

  1. Mengkonsumsi obat nyeri.
  2. Pembedahan,
  3. Terapi.

Demikian penjelasan tentang penyebab saraf kejepit dan cara pengobatannya semoga bermanfaat dan terimaksih telah berkunjung.

Efek Samping Pasca Operasi Syaraf Kejepit

Efek Samping Operasi Syaraf KejepitSaraf kejepit merupakan suatu kondisi di mana saraf tertekan oleh bagian sekitarnya. Untuk mengatasi syaraf kejepit bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan operasi. Namun bagaimana saja efek setelah operasi?untuk lebih jelas, mari kita simak informasi dibawah ini tentang efek samping pasca operasi syaraf kejepit.

Syaraf kejepit bisa terjadi karena adanya pemicu tekanan pada saraf yang bisa diakibatkan karena adanya yang dilakukan secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Gejala yang umumnya terjadi yaitu penderita akan mengalami rasa sakit yang terjadi pada bagian tubuh tertentu.

Efek Samping Pasca Operasi Syaraf Kejepit

Efek Samping Pasca Operasi Syaraf Kejepit

Untuk melakukan penanganan syaraf kejepit dengan operasi setiap orang pasti ingin mendapatkan hal yang optimal. Namun, dalam setiap operasi pasti akan ada efek samping baik itu positif maupun negatif yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, sebelum anda melakukan operasi untuk syaraf kejepit anda perlu mengetahui apa saja efek yang mungkin terjadi. Berikut adalah beberapa efek yang mungkin terjadi jika anda melakukan operasi untuk syaraf kejepit:

  1. Timbulnya Rasa nyeri.
    Rasa nyeri yang terjadi setelah melakukan operasi merupakan hal yang wajar karena pada bagian otot harus dijahit dan bekas jahitan tersebut akan terasa nyeri dalam jangka waktu yang cukup lama.
  2. Cidera pada bagian tulang belakang.
    Cidera yang diakibatkan oleh operasi dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan yang mirip dengan gejala stroke. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya anda memilih dokter yang benar berpengalaman terbukti keberhasilannya dalam melakukan operasi.
  3. Infeksi sekunder.
    Infeksi sekunder akan timbul terutama pada penderita yang mempunyai komplikasi penyakit lain seperti darah tinggi, dan jantung. Tentunya hal tersebut menyebabkan bahaya saraf kejepit dan dapat berakibat fatal pada penderita. Untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder sebaiknya anda melakukan pemeriksaan langsung kepada dokter untuk diberikan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi yang anda alami.

Untuk mencegah terjadinya syaraf kejepit sebaiknya anda menghindari penyebabnya, seperti kecelakaan, latihan atau olah raga terlalu berat, posisi tubuh yang tidak tepat dalam mengangkat barang atau duduk. Demikian informasi tentang efek samping operasi syaraf kejepit semoga bermanfaat dan terimaksih telah membaca.

Terapi Renang Untuk Mengatasi Syaraf Kejepit

Terapi Renang Untuk Mengatasi Syaraf KejepitTahukah anda bahwa selain dengan menggunakan obat, syaraf kejepit bisa ditangani dengan olahraga renang. Berenang merupakan salah satu jenis latihan yang dapat digunakan untuk membantu anda agar tetap aktif.

Saraf kejepit atau terjepit merupakan kondisi di mana saraf mendapat tekanan lebih di sekitar jaringannya. Tekanan tersebut dapat mengakibatkan nyeri yang sangat hebat, biasanya terjadi di bagian tulang belakang dari leher sampai ke punggung bawah. Syaraf kejepit dapat membaik dalam hitungan hari atau minggu, namun jika gejala penyakit syaraf kejepit tidak kunjung reda sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Untuk mengatasi syaraf kejepit biasanya dokter sering merekomendasikan terapi berenang karena dengan berenang bisa mengurangi beban ketika anda bergerak. Selain dengan terapi fisik berenang juga bisa menguatkan otot tukang belakang sertamenguatkan bantalan yang cedera.

Terapi Renang Untuk Mengatasi Syaraf Kejepit

Terapi Renang Untuk Mengatasi Syaraf Kejepit

Olahraga berenang bisa mengurangi rasa sakit akibat cedera yang terkena benturan atau tekanan. Jika anda ingin mengatasi syaraf kejepit dengan berenang sebaiknya jangan melakukan gaya renang yang dapat membebani punggung belakang contohnya gaya kupu-kupu karena gaya renang yang satu ini memerlukan kekuatan yang lebih besar dibanding gaya yang lainnya.
Berenang yang dianjurkan untuk mengatasi syaraf kejepit yaitu dengan cara :
  1. Jika dalam keadaan nyeri bisa berenang dalam keadaan santai menggunakan gaya dada dalam waktu 15 menit pada latihan awal.
  2. Jika dalam keadaan tidak nyeri bisa menggunakan gaya dada atau gaya bebas.
  3. Berenang dapat dilakukan dua atau tiga minggu sekali, dengan waktu antara 20 sampai 45 menit pada saat berenang.

Dengan melakukan renang secara rutin sesuai dengan anjuran dokter dapat membantu anda untuk mempertahankan kekuatan otot perut dan punggung. Selain itu juga, berenang dapat membantu menstabilkan tulang belakang sehingga mengurangi tergenlincirnya bantalan.

Untuk mengatasi dan mengobati syaraf kejepit anda juga bisa menggunakan obat herbal yang dapat membantu menyembuhkan syaraf kejepit. Kami merekomendasikan pengobatan ramuan tradisional agaricpro, produk agaricpro bisa anda dapatkan di Toko Agaricpro.

Baca Juga :

Saraf Kejepit Di Pinggang Kanan Atau Kiri

Saraf KejepitPernahkan anda merasakan nyeri pada bagian pinggang akibat mengangkat beban yang terlalu berat?Mungkin itu salah satu akibat dari penyakit saraf kejepit.

Saraf terjepit merupakan suatu keadaan dimana terjadinya jepitan serabut saraf pada bagian tulang belakang. Saraf terjepit dapat terjadi karena berbagai sebab misalnya seperti sering mengangkat beban yang terlalu berat, salah posisi ketika mengangkat beban, trauma pada daerah punggung/ pinggang, sering membunyikan badan, kelainan tulang belakang.

 Tentang Saraf Kejepit

Saraf Terjepit Di Pinggang Kanan Atau Kiri

Adanya saraf terjepit terjadi akibat tekanan yang meningkat di bagian saraf, terutama di bagian pinggang atau leher. Tekanan bisa disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka waktu lama, contohnya posisi siku ditekuk saat tidur. Tekanan itu menyebabkan penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang sehingga menekan saraf. 
Gejala Penyakit Saraf Kejepit umumnya menimbulkan nyeri yang berawal dari punggung, tapi kemudian tidak menutup kemungkinan nyeri akan muncul dibeberapa bagian tubuh. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan jaringan menekan saraf yaitu :
  • Terluka
  • Postur tubuh yang tidak baik dapat menambah tekanan  pada tulang belakang dan saraf
  • Rematik atau arthritis pergelangan tangan
  • Stres dari pekerjaan yang berulang-ulang
  • Aktivitas olahraga yang rentan cedera
  • Berat badan yang berlebihan juga menekan saraf

Pengobatan saraf kejepit biasanya menggunakan obat antiradang, vitamin neuroprotektor, anti nyeri. Jika saraf kejepit terus dibiarkan akan menyebabkan jaringan lunak atau pelindung sekitar saraf akan pecah. Jika penyakit saraf kejepit terjadi dalam jangka waktu tidak akan menimbulkan kerusakan, namun jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang hal tersebut akan mengakibatkan rusaknya saraf secara permanen. Untuk mencegah terjadinya saraf kejepit di pinggang ada beberapa tips yang bisa anda lakukan yaitu :

  • Dengan melakukan olahraga secara teratur untuk menghindari terjadinya risiko saraf terjepit.
  • Hindari mengangkat beban yang terlalu berat. Jika anda akan mengangkat maka lakukan dengan benar yaitu tekuk lutut terlebih dahulu baru kemudian angkat barang. Jangan langsung mengangkatnya dengan posisi tubuh membungkuk karena akan meningkatkan risiko saraf kejepit.
  • Tidur dengan memakai alas yang tidak terlalu empuk agar posisi tulang belakang tetap lurus.
  • Perhatikan selalu postur tubuh anda tidak boleh terlalu gemuk dan juga tidak boleh terlalu kurus.

Demikian informasi seputar saraf kejepit semoga bermanfaat.

Apakah Saraf Kejepit Boleh Diurut

Apakah Saraf Kejepit Boleh Diurut – Saraf kejepit merupakan kondisi dimana adanya penonjolan pada tulang belakang yang diakibatkan karena mengangkat beban berat. Tekanan yang diakibatkan oleh saraf kejepit menimbulkan sensasi rasa nyeri yang luar biasa, oleh karena itu tidak sedikit pula penderita saraf kejepit mengalami keluhan rasa sakit tersebut.

Secara umum penyakit saraf kejepit banyak diderita oleh orang lanjut usia, namun hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan saraf kejepit dapat mengintai orang yang masih berusia muda.

Gejala penyakit saraf kejepit seperti Sensasi rasa nyeri kerap sekali ditimbulkan dan menjadi keluhan para penderita saraf kejepit. Biasanya kebanyakan mereka meredakan rasa nyeri tersebut dengan mengandlkan tukang pijat. Namun, hal tersebut apakah boleh dilakukan untuk penderita saraf kejepit ?

Banyak orang yang menanyakan apakah penderita saraf kejepit dapat diatasi dengan melakukan pijatan ? Hal tersebut selalu menjadi pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang. Nah, untuk itu kami akan menjawab pertanyaan tersebut secara rinci.

Apakah Saraf Kejepit Boleh Diurut ?

Apakah Saraf Kejepit Boleh Diurut

Masyarakat yang mengalami saraf kejepit sering sekali mengandalkan tukang pijat untuk mengobati saraf kejepit dan mengatasi rasa nyeri akibat saraf kejepit. Mengatasi saraf kejepit dengan cara memijat memang hal yang sering dilakukan.

Namun perlu untuk anda ketahui, sembarangan dalam memijat untuk mengobati saraf kejepit juga dapat menimbulkan bahaya saraf kejepit dan juga kesehatan.

Selain membahayakan untuk kesehatan, melakukan pijatan yang sembarangan juga dapat membuat kondisi saraf kejepit semakin parah. Melakukan pijat urut untuk penderita saraf kejepit sebenarnya tidak disarankan, dan jikapun harus tetap dipijat hal tersebut tidak boleh sembarangan.

Mengapa saraf kejepit tidak boleh dipijat sembarangan ?  hal ini karena, pemijatan yang dilakukan pada penderita saraf kejepit harus berdasarkan dengan penyebabnya. Pemijatan pada saraf kejepit harus dilakukan secara benar-benar dan tidak boleh sembarangan, dan juga pemijatan ini dilakukan oleh para ahli dan bukan dengan pijat urut sembarangan.

Jika masalah urat faktor penyebab kelelahan, pegal akibat bekerja, maka hal tersebut boleh diatasi dengan pijat urut. Tetapi, jika saraf kejepit terjadi karena bantalan pada ruas tulang belakang , maka melakukan pijat urut secara tradisional tidak akan menyelesaikan masalh tersebut.

Melakukan pijat urut pada saraf kejepit tentu anda akan berfikir dua kali untuk melakukannya. Hal tersebut karena tidak ingin menimbulkan efek bahaya bagi kesehatan. Untuk itu, kami sarankan untuk mengatasi saraf kejepit tersebut dengan  cara mengobati saraf kejepit secara alami dengan mengkonsumsi obat herbal agaricpro, hal tersebut bisa anda lakukan untuk mengobati saraf kejepit serta mengatasi akibat saraf kejepit.

Sekian & Terimakasih semoga bermanfaat

Bahaya Saraf Kejepit

Bahaya Saraf Kejepit – Seseorang yang terkena saraf kejepit tentunya sangat menganggu dalam melakukan akivitas sehari-hari. Apalagi penyakit yang satu ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Tidak hanya itu, saraf kejepit juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga sangat sulit untuk melakukan berbagai aktivitas.

Penderita saraf kejepit sering mengeluh karena rasa sakit yang ditimbulkan tidak tertahankan, maka dari itu sangat penting melakukan cara mengobati saraf kejepit dengan aman dan tuntas. Meski penyakit yang satu ini sering disepelekan dan dikira penyakit yang biasa saja. Namun, perlu untuk diketahui jika penyakit yang satu ini disepelekan dapat berakibat fatal sehingga sangat sulit dan lebih lama lagi untuk melakukan pengobatan.

Maka dari itu, sangat penting mengetahui Bahaya Saraf Kejepit Jika Tidak Segera Ditangani. Nah, lalu apa saja bahaya -bahaya yang ditimbulkan ? simak informasinya dibawah ini.

Bahaya Saraf Kejepit Jika Tidak Segera Ditangani

Bahaya Saraf Kejepit

  1. Rusaknya Saraf
    Kerusakan yang terjadi pada saraf dapat membuat saraf tidak bekerja dan berfungsi seperti biasanya, sehingga hal tersebut sudah sangat jelas menganggu aktivitas sehari-hari. Rusaknya saraf diakibatkan karena saraf yang terjepit dibiarkan tanpa melakukan penanganan yang tepat.
  2. Kelumpuhan
    Salah satu bahaya saraf kejepit jika dibiarkan yaitu mengalami kelumpuhan, sehingga penderita saraf kejepit dapat mengalami kehilangan kemampuannya untuk berjalan. Mengalami kelumpuhan terjadi akibat saraf kejepit yang sudah terlalu parah dan tidak segera diobati dengan segera.

    Kelumpuhan yang sudah parah dapat membuat kaki serta tangan tidak mudah untuk digerakan seperti biasanya. Kelumpuhan juga dapat membahayakan serta mematikan, maka dari itu Bahaya Saraf Kejepit Jika Tidak Segera Ditangani.

  3. Mengalami Mati Rasa
    Saraf Kejepit yang dibiarkan terlalu lama dapat mengalami mati rasa, sehingga tidak dapat berfungsi dengan normal lagi.  Mengalami mati rasa tentunya dapat kehilangan dan kemampuan untuk merasakan sesuatu yang seharusnya dirasakan. 

    Tetapi, hal tersebut terjadi karena saraf mengalami gangguan sehingga saraf tersebut tidak dapat mengantarkan pesan ke otak. Nah, hal tersebut yang membuat kehilangna kemampuan untuk merasakan sesuatu.

  4. Mengalami Kesemutan 
    Salah satu bahaya saraf kejepit selanjutnya yaitu sering mengalami kesemutan pada tangan dan kaki. Kesemutan ini terjadi dikarenakan syaraf yang menjadi bagian penopang sudah tidak mampu menahan penopang dengan baik karena saraf kejepit.

    Oleh sebab itu, sering mengalami kesemutan. Perlu untuk anda ketahui, kesemutan juga tergolong penyakit yang berbahaya, apalagi jiga kesemutan tersebut terjadi lebih sering dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

  5. Timbul Sensasi panas
    Tidak hanya mengalami kesemutan saja, saraf kejepit juga dapat mengalami timbulnya sensasi panas atau terbakar pada daerah kaki dan tangan, atau pada  daerah yang mengalami saraf kejepit.
  6. Berkurangya Fungsi Otot
    Otot-otot yang kehilangan fungsinya dapat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, ini menunjukan bahwa saraf kejepit tidak diobati dan dibiarkan begitu saja sehingga mengalami berkurangnya fungsi otot.
Bila anda mengalami saraf kejepit maka segerlah mengobatinya dengan benar dan tuntas. Apabila saraf kejepit tersebut dibiarkan maka dampak buruk akan terjadi, seperti bahaya yang ada diatas tersebut dapat menyerang anda. Sekian infromasi yang dapat kami bagikan untuk anda semoga bermanfaat.
Sekian & Terimakasih.